Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Emaaaakkk

Lagi kangen ama mamak- baba ni...


Ibu
By Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

(sumber)



Perempuan

Saat mata hatinya berbicara, mungkin seorang perempuan akan menutup setiap skenario yang ada dalam hidupnya dan mencoba berjalan tegar...menjemput apa yang diyakininya...

Perempuan mendengar ungkapan dari seorang pria...
Mungkin ungkapan itu tidak utuh nyata, sekali pun nyata, mungkin hanya sekejab.
Seorang pria datang menyuguhkan hatinya...lalu pergi...
Pada waktu yang berbeda, di kesempatan yang berbeda, seorang pria datang lagi...lalu pergi kembali...
Bukan pria lain....masih pria yang sama...membingungkan...
dan perempuan masih menimbang hatinya...
Mau tidak mau, suka atau tidak suka,
Itu memang perempuan...
Saat mata hatinya berbicara, seolah segumpal keyakinan bisa menjadi sebesar jagat raya dan seluruh mekanisme dalam nadi dan nafasnya bergerak dengan cepat...
Akal bukan berarti hilang...perempuan hanya benar-benar menghargai apa yang utuh dirasakannya...walau terkadang lupa akan hati yang lain...

Apakah gerangan yang perempuan lakukan...?
Mengutarakan kebingungannya...
Tentu...

Keadaan yang pernah dirasa tidak menyenangkan senantiasa akan terngiang...
Beberapa tahun yang lalu, perempuan menangis...
5 tahun kemudian, perempuan masih dapat menangisi hal yang sama...
Bukan karena tidak memaafkan...perempuan hanya benar-benar menghargai apa yang utuh dirasakannya...
Karena hati yang ia rasa indah, perempuan mampu bertahan...

Sampai saatnya tiba...
Pria yang di sana tidak lagi bingung...
Entah dengan kekesalannya karena tak mungkin juga dapat bersatu , entah dengan kekikukkannya karena telah menemukan perempuan lain, entah dengan kebesaran hatinya, entah dengan kesadaran karena telah menyakiti manusia yang lain,
Dia benar-benar hilang...

Apakah gerangan yang perempuan lakukan...?
menunjukkan amarahnya...?kekecewaannya...?atau kemurkaannya sekalipun?...
Bukan tidak mungkin...

Dia lantas akan pergi ke sudut tersepi yang ia temui....dan ia pun sujud berdoa... berharap semua yang terjadi, apa pun itu, adalah hal yang baik bagi dirinya mau pun sang pria atau manusia lain...
Sang pria pun menjalani sikap yang terbaik bagi istri yang didampinginya kini...
Dan perempuan... walau menangis, ia pun tersenyum untuknya...

Hari itu... Seorang perempuan yang terkulai lemas lantaran mengecap insting akan kenyataan pahit yang tersembunyi, akan terabaikannya janji seorang pria... menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak mampu lagi...
Namun bertahun-tahun pula ia bertahan... demi buah hatinya...

Apakah gerangan yang perempuan lakukan...?
Terisak...menangis...atau bahkan membungkuk mual?
Bukan tidak mungkin...

Sampai saatnya tiba...
Sang pria berlutut mencium kakinya dan mengucap maaf...

Tidak pernah menjadi sia-sia, saat ia sujud berdoa... berharap semua yang terjadi, apa pun itu, adalah hal yang baik bagi dirinya, sang pria, dan buah hatinya...
Kini mereka hidup dengan senandung...semua menjadi lebih terang dari biasanya...

Sungguh, dalamnya hati seorang perempuan tidak akan pernah bisa terukur...
Karena hati adalah indra dan nafasnya...Ia bisa terluka, dan mampu bertahan...sekaligus mengubah dunia dalam kacamata hidup yang diyakininya...

Maka kita, perempuan, bertahanlah...
Dan saya percaya setiap perempuan mampu bertahan...

Mimpi Buruk

Waaaaa...tadi malem saya mimpi buruk....ada frankenstein ngamuk di depan rumah saya...hu hu hu...

Sedihnya saya ga bisa nolongin anjing-anjing saya yang ketakutan..kasian sekali ngeliat mukanya pupu.... =(

Kawan Atau Lawan?

Robot...
"Jangan jadi kaya robot jeng...!"

mungkin bener kata teman baik saya kalau akhir-akhir ini saya sudah semakin seperti robot saja...

Sudah bertahun-tahun lamanya saya menjadi tempat curhatan dia... sudah bertahun-tahun pula saya mencoba memahami pemikiran dia... Dia yang tidak pernah menikah di usianya yang terlalu matang, dia yang selalu dijadikan "pembantu" bos saya, dia yang tidak pernah merasa sejahtera dengan kehidupannya, sebagai seorang wanita. Sebut saja Ms.J namanya...Bukan cuma setahun dua tahun saya dan rekan kerja satunya benar-benar selalu mencoba memahami wanita ini...

Trus apa hubungannya sama robot?
hummm...sejauh saya mendengarkan dia, lama-lama saya berpikiran semua yang dia curhatin kok sesuatu hal yang negatif ya...dan sulitnya, dia selalu minta dukungan sama saya...fiuhh...jadi lambat laun saya harus bersikap netral sekaligus harus bisa mengeluarkan kata-kata dukungan yang dia harapkan...(berat loh !cobain deh! rasanya jadi kaya robot...)

Pernah suatu saat saya mencoba berpikir netral mendengarkan soal kisah pertemanan dia dan teman kampusnya yang notabene adalah public figure...dari ceritanya jelas kesalahan ada di pihak kawan saya , tapi dia begitu menggebu-gebu menceritakan pada saya bahwa dia tidak merasa salah dan tidak merasa bahwa dia telah melangkahi privasi temannya yang public figure itu. Saat itu saya ga tahan, saya yang umurnya terpaut jauh dengan dia pun akhirnya memaparkan kesalahannya dia dan mengatakan langsung ke depan mukanya kalo dia ga pantes untuk berbuat itu sama teman kampusnya, sekaligus memberitahu dia bahwa mungkin itu sebabnya teman-teman kampusnya yang lain bersikap aneh ke dia...

Mungkin saya akhirnya bikin dia sakit hati ya... dan itu bikin dia 'ketampar'...
ya maap...saya cuma mengutarakan kebenaran loh waktu itu...terlebih saya merasa dia sangat cukup umur untuk bisa menerima feedback saya dengan kepala jernih...

Tak berapa lama di suatu majalah saya melihat sang public figur membuka pengalaman pahit tentang seorang teman. Kasus yang dipaparkan sama seperti yang teman saya ceritakan.
Bukannya apa-apa... kita yang bukan public figure aja pasti merasa ga nyaman dong kalo privasinya dilanggar...apalagi dia??

Sejak saat itu sikap wanita rekan kerjaku ini berangsur-angsur berubah...
Semakin menjauh tentunya...mungkin dia takut saya tidak mendukungnya lagi...

Akhirnya datang orang baru...lebih muda dari saya...dan mereka langsung akrab...

Saat dia menjauh dari saya dan akrab dengan orang baru ini, saya merasa ada sesuatu hal yang mereka perbincangkan mengenai saya... mungkin memang saya berpikiran buruk ya...tapi saya yakin memang itu adanya...karena saya pun pernah mendengar dia menggunjingkan rekan kerja saya yang satu lagi... ditambah dengan sikap orang baru ini yang sepertinya mulai termakan omongan negatifnya...

Hebat memang wanita ini...begitu pintarnya menguasai panggung...
terus terang... yang bikin saya menjadi seperti robot adalah...sepertinya saya merasa nyawa saya habis lantaran mimpi saya habis terkikis , dipangkas telak sikapnya...

Saya jadi bingung...sebenarnya dia kawan atau lawan saya?...

Hayooooo

Manakah yang lebih pantes dihargai??

Mantan pelacur/bajingan yang bertaubat
atau
Mantan anak baik yang menjadi Pelacur/Bajingan?
atau
Anak baik yang ga pernah tau siapa dirinya?
nahloh....

hehehehhe...iseng ajah...wkwkwkwk