Beberapa waktu lalu,
Saya berteduh...
Ditemani beberapa kawan setia dan secangkir kopi seringkali saya menerawang...
Tatap mata saya menembus asap putih dari batang rokok kesekian...
Sempat...
Iya...Sempat...
Penat rasanya untuk berpikir bahwa suatu saat harus melepaskan semua yang saya miliki atas nama sendiri...
Takut rasanya untuk membayangkan sesuatu akan terjadi dan tidak akan ada penyelamat di sekeliling saya... pikir saya mereka sejenis dan mereka sama lemahnya seperti saya...
Pria ?... ahh, yang menonjol dari mereka hanya alat kelaminnya, nyalinya belum tentu...
kalau bukan bajingan, palingan juga homo...
Berapa sih pria yang berani mendoakan anak laki-lakinya supaya tumbuh menjadi orang yang sama seperti dia? ...
hhhfff
Iya...sulit...
Sulit rasanya untuk menutup lubang nafas arogansi...
Ada kalanya pula...
Iya...ada kalanya...
Saya sudah terlalu muak untuk memperhatikan sesuatu yang harusnya kekal namun ternyata tidak...
Sampai pada saatnya...
Ditengah kerumunan massa dan ilalang, dia berdiri...
Bingung rasanya untuk harus mempercayai yang terlihat...
Ragu rasanya untuk harus memberi hati saya & mempercayainya pada orang lain...
Gamang rasanya untuk menetap...
--------
Sampai akhirnya..., harus diakui...
Pada suatu titik..., saya merasa inilah saatnya...
Bukan karena saya tidak lagi menginginkan hidup muda yang berwarna dan tidak membosankan
Bukan karena saya ingin lari dari semua yang pernah dan sedang terjadi...
dan sebisa mungkin mencari langkah aman untuk bisa bertahan bersama dia...
Saya hanya butuh sekaligus ingin menjadi teman...
Iya...
Teman yang bisa berjalan beriringan...
Teman yang mau menyadari kesalahan satu sama lain lalu belajar dan tumbuh bersama,
Teman untuk bermimpi bersama,
Teman yang membangun rumah pohon terindah & menjadikannya tempat idaman bersama,
Teman yang bisa menjadi fallback position sekaligus memberitahu dirinya bahwa ia pun telah menjadi tempat yang sama...
Ahhh...
Rasanya sudah saatnya saya menelan dan melumat ego yang pernah singgah untuk waktu yang lama di tempat fana ini...
Mungkin saya sudah seharusnya merasakan ini...
Merasakan keindahannya...
Merasakan kenyamanannya...
Merasakan & menghargai ketulusan ini...
tanpa harus bertanya-tanya lagi...apakah dia seseorang yang tepat bagi saya?...atau apakah saya sudah menjadi orang yang tepat bagi dia?
All i believe is that finally i stop trippin' on my youth and give my love to him...
And this is when mine goes to an end...

