Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Kesel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesel. Tampilkan semua postingan

SUSU FORMULA ... DAN SITI...

Akhir-akhir ini marak bener persoalan susu formula yang terkontaminasi bakteri SakaZaki (namanya funky juga ya =p)
Demo ibu-ibu yang ngebuang susu-susu formula ke dalam ember bener-bener miris...susu kan mahal...tapi apa daya...pemerintah cukup lamban untuk memberitakan produk-produk susu yang benar "terjangkit" si bang Zaki ini...

Saya pribadi memang belum punya anak dan kalopun punya anak kepinginnya pake ASI ...mungkin beberapa orang yang luar biasa mendukung ASI bisa dengan entengnya beranggapan "kenapa ga pake ASI?"... wadu...syulit juga ya...disisi lain ASI memang sangat disarankan...tapi mungkin juga kan kalo ASI itu ga bisa keluar lantaran sang Ibu ga punya gizi yang cukup gara-gara kekurangan makan ... kayanya ini menjadi masalah yang cukup dilematis. (sok ngomong penting tapi gak berbobot ala Siti F. Supari)

Yang bikin saya gemes adalah tingkahnya SITI Fadillah Supari...
Sebagai menteri kesehatan seyogyanya dia bisa bersikap lebih mengenai hal ini. Setidaknya, berikanlah penjelasan yang paling sederhana kalau bakteri tersebut bisa mati di atas 70 derajat celcius.

Tapi sayang sekali...di beberapa wawancara yang saya lihat hari ini dia tidak bersikap seperti itu.
Melihat dia sedikit emosi kalau sedang berkelit atas tindakan pemerintah yang lamban dan lalu mengunder-estimate sang peniliti (yang ujung-ujungnya menggelitik konflik antara tim peneliti IPB dan dirinya) rasanya seperti melihat gaya bicara Mbok Ning, pedagang sayur yang biasa mangkal di lapangan dekat rumah saya.

Ini dia secuil kata-kata BUSITi yang sempat terekam oleh saya (maap ga semuanya, karena saya udah cukup sebal untuk mendengar kelanjutan gaya bicaranya yang ga terkontrol itu):

"Apa itu, penelitian apa...Kenapa tiba-tiba aja mau meneliti hal seperti itu "
--> Bukankah kasus sang bocah yang meninggal cukup jadi trigger untuk para peneliti untuk menilik apa penyebab musababnya?

"Itu kan, ga semua lah, itu...kan ga semua susu formula terkontaminasi bakteri itu..apa namanya..."
--> bingung kan dia ngomong apa? emang itu dia ciri khas statementnya madam Supari yang konon bikin saya cukup gemes dan selalu bertanya-tanya *Kenapa sihh orang kaya dia bisa jadi menteri kesehataannnnn...?!*??&$?!!*

"Ibu-ibu jangan takut, silahkan menkonsumsi susu formula, saya jamin, kalau ada apa-apa pemerintah yang tanggung"
--> ck ck ck...segitu yakinnya...tanpa memberikan alasan yang jelas....(so typical!)

Bukannya saya kepingin menjatuhkan Madam Supari, tapi memang bener ini dari hati saya yang terdalam saya ga pernah merasa dipuaskan oleh jawaban-jawaban BUSITi. Semuanya terkesan BULSIT, tanpa dasar dan penjabaran yang jelas. (Tentu kita masih ingat bagaimana BUSITi berbicara soal flu burung dan SAR toh?)

Singkat kata, singkat cerita,

  • sebagai dokter kok dia ga bisa menjelaskan dengan baik...nama bakterinya aja lupa..(mungkin ada yang nonton dia di lain wawancara & tidak menemukan kata-kata yang saya sadur di atas, tapi di wawancara yang saya liat ituh ya dia hanya berbicara seperti itu adanya, kumur-kumur seperti biasanya)
  • Sebagai menteri kok dia tidak mampu memberikan penjelasan yang menenangkan rakyat...
  • Sebagai tokoh masyarakat kok susah menahan emosi kalo di tekan sama press...(heran...bukannya orang besar itu bisa bersikap lebih bijak?--berarti dia memang ga layak untuk jadi orang besar kali : tobil anak kadal menyeletuk:)
sedikit gosiip juga ah (mumpung blog saya ga terkenal alias jarang pembaca...denger-denger...Disertasi yang diissue BUSITi sewaktu masa kuliahnya adalah hasil plagiat semata...(pantes saja)
DAN, BUSITi ini ternyata tiap minggu tidak pernah absen ngirimin roti ke Bu Ani di masa reshuffle kabinet...(ck ck ck... PANTESSSSS ....)

Ngelantur itu hobi saya, jadi kalo omongan-omongan saya yang di atas itu kurang berkenan ya tulung dimaapkeun aja...toh saya kan bukan mentri ...=p

CAPEK....!!!

Betul gue lagi capek!! Menggilaa!!!

Jangan ngarep gue akan bertutur kata manis di lembaran blog gue kali ini.

Iyaaaa!!, Benerann, SErius iniii!!, GueCAPEKKKKK!!!

Sumpeh gue CAPEK ....
Gue capek kerja mati-matian (agak di dramatisir-biar kesannya pekerja keras) sampe harus ngilang dari peredaran temen-temen gue segala tapi uangnya ga lari ke gue!
sementara itu gue CAPEK harus ngeliat orang yang di-arep-in bisa jadi tempat gue cerita en ngasih feedback yang inspiratif (dalam improvisasi pekerjaan ) malah masih bersinggungan erat sama perkuliahan!! (yang konon terkesan sangat lambret dilakoninya, kalopun alasannya bukan karena bodoh, tetep aja judulnya lambreta brijita estella!! ). Semua yang diomongin ga jauh-jauh dari kuliah (itu juga bukan konsep pemikirannya yang diomongin, cuma sekedar permasalahan teknis dalam mengikuti prosedur berkuliah...OH TUHANANNNN, PUHLEASSEEEEE!!) game, dan kebisaan/kesukaan-nya dia yang tidak menghasilkan apa-apa...!! kenapa juga masih bisa ngurusin masalah warnet ato website yang harusnya ga jadi prioritas utamanya!!ANJRIT!!


Gue sebenernya ga pernahh mau push ato ngasih-ngasih deadline supaya dia cepet lulus (NGGAAAA!!!, NGgAAA PERNAH ADA MAKSUD BEGITUUU!!!!), tapi gue udah ga tahannn...DETIK INI GUE BENER-BENER Lagi GA BISA TAHANNNN!!! Gue kan wanita...biar di kata orang gue ini kaya preman, tapi gue TETEP: cewek, wanita, PEREMPUAN.

Atas nama perempuan yang lain (bahkan perempuan yang dianggap ter-nista pun
) , gue mau bilang:
Kalopun kita bisa bertahan bediri selama satu menit /satu jam/ satu tahun cahaya dikala kita dipaksa harus berdiri satu kaki , kalopun kita tetep bisa sampai ke tujuan pada saat kita harus jalan sendirian di tengah malam buta tanpa ada obor di tangan, Bukan berarti kita sebegitu mandirinya!.
STILL, Women do need Men sebagai tulang rusuknya! Ga kelihatan menopang, tapi sebenernya menopang. Ga harus pake uang, ga harus pake popularitas, ga harus pake kepintaran, ga harus pake title kesarjanaan, Ga harus pake orang tua.
Each of us (dalam berbagai macam standard )just need Men yang bisa jadi dirinya sendiri, yang bisa figure out apa yang bikin dia bisa menjadi orang yang dia pengenin!!.
*point pertama berarti dia harus tau apa yang dia mau!* Gue yakin ga ada laki-laki yang cita-citanya mau jadi loser.
*point dua berarti dia harus bisa berpikir complexly,cognitively untuk bisa mencapai apa yang dia mau!-& itu ga berarti harus dapet nilai A di skola-an! ato kerajingan berburu predikat "pintar" di setiap komunitas yang dia gauli*
*point tiga dia harus memahami betul bahwa dirinya sangat berharga /bernilai / terhormat bagi dirinya sendiri *
*point empat, berbesar hatilah. ga usah berbuat terlalu banyak untuk mengesankan wanita, tapi berbuat banyaklah untuk diri sendiri.*
*point lima secara tidak langsung that kind of guy akan sangat dicintai sekaligus dihormati wanitanya sekalipun caranya dia menopang tidak terlihat!!!*


CATET!!, BUY IT!!


...............................................
...............................................
...............................................

(Baca: ga bisa ngomong apa-apa lagi ... saking emosinya!)


p.s SORRY (baca: permintaan maaf KEMUDIAN akan disampaikan untuk yang tersinggung saat membaca ini - Jangan Ngarep detik ini gue bisa mita maap)

Jakarta Macet...OK! , Bad Day ...Indeed !

Malam dini hari kemarin saya siap-siap untuk membersihkan kandang anjing, memberikan makan anjing dan mandi bersih. Semua dilakukan dengan cepat agar supaya saya bisa tidur cepat (deadlinenya jam 2 dini hari ) dan pagi-paginya bisa langsung berangkat dengan tenang alias ga buru-buru ngopenin anjing dan mandi (hehe).

Biasa jam kerja saya dimulei dari jam 3 sore sampai jam 5 sore atau jam 8 malam, tapi pagi tadi (baca: tanggal 1 Feb 2008 ) saya harus pergi ke tempat guru besar saya untuk rapat , alhasil saya harus tergopoh-gopoh berangkat jam 7.30 untuk bisa sampai tempat tujuan jam 9 pagi...(menghela nafas mengingat sejak malam tadi hujan tidak ada hentinya melabrak genting rumah saya)

Sangat dinyana dan diterka, Jakarta MACET karna genangan air meraja di mana-mana!
Jam 8.45 Dua rekan kerjaku yang berangkat dari kelapa gading lantas menilpun..."Jeng....(sambil meratap), lo udah sampe mana...?...keknya gue baru bisa sampe jam 10-an...sunter uda digenangi air..."


Saya memang tidak sering berhubungan dengan sang guru besar, jadi saya tidak beritikad untuk mengabari beliau kalau saya terkena macet dan kemungkinan besar akan amat sangat telat...saya pikir dengan kemacetan kaya begini toh nanti dia bisa lihat berita kalau jalanan memang begitu jahanam pagi tadi...waktu teman saya telepon sebenernya saya sudah di pancoran, pikir saya tinggal setengah jalan lagi menuju Green Garden.

Dengan sabar namun sering bergumam "gila..." (kaya lagi ngliat American Gangster ) saya melihat antrian mobil berbaris manis di luar kaca (maklum, mengingat jam kerja saya, saya kan jarang-jarang melihat beginian hehe )

Akhirnya, sampai di fly over menuju tangerang. Tol pun terlihat seperti tol bandara yang kebanjiran beberapa waktu yang lalu...( dalam kepala: Gila...kapan nyampenya...kok bisa segini parahnya ya , Tol aja bisa begini...katanya ada program 100 hari...)
Di pinggir tol terlihat mobil kijang menerobos air yang kira-kira sudah setinggi 3/4 ban mobilnya...DeuuzzzZZ, gaya juga ni kijang!
Keluar pintu kebon jeruk, emak langsung mengocok-ngocok rem...
Fly over menyebrang tol, menyusuri jalan panjang, macet menyambut kami kembali...ke depan sedikit, air ikut menyambut...BEUHHHHHH LAMA KALIPUN perjalanan KALI INI....

Sabar...sabar...
Telp balik ke teman saya, mereka sudah sampai Angke...
Sabar...sabar...

(melongok ke jam tangan yang dari tadi disembunyikan di balik jaket lantaran takut ngliat durasi ketelatan saya ) ...Jam 10.34...

( HAPE bersuara )
...lihat ke layar...
"Kumizh calling"

guru besar saya menilpun...( waduh, jangan-jangan cuma tinggal saya yang tertinggal di jalan)
" Halo, Jeng " kata suara di sana...ternyata asisten kesayangannya yg angkat suara
" Lo udah sampai mana? " sambung sang asisten kesayangan
" Udah sampe jalan panjang ni, dikit lagi sampai " kata saya
" Jeng,...di komplek miss air udah mulai naik...mungkin lebih baik, lo puter balik aja...kita cancel aja, takutnya lo bisa masuk sini tapi ga bisa keluar"

DANGGGGG!!!

Kecewa...kecewa..dan kecewa...

Jam 11.30 (di tengah genangan dan kemacetan arus balik ) saya SMS ke rekan:
1/2
" Lo udah puter balik?, kumis baru telp, emak gue kesel banget...gue putuskan untuk tetap berada di jalanan selama 3 jam , gue sms-in anak-anak gue deh, gue mau liburin aja, soalnya tanggung banget kalo gue ke tempat kerja sekarang, kalo gue pulang dulu, pasti ga bakal keburu bisa sampe jam 3 "
2/2
"Gue kecewa aja kok kumis ga bisa prediksi kl ujan ky begini pasti bakalan banjir dan ujung-ujungnya dicancel juga...kita kan dari ujung utara dan timur...kenapa ga di-cancel lebih awal, toh kumis juga udah pengalaman kena banjir tahunan...btw lo udah sampe mana?"

Balasan dari kedua rekan (sebut saja lilo& lila):
"Kita udah sampe bypass, Gue juga geram banget ni, Lila mukanya udah pucat, dapet kabar dari rumahnya air udah masuk 10 cm, mana mobilnya berasap ga jelas di tengah macet tadi, sekarang udah jalan lagi walo masih berasap sedikit-sedikit, bad day banget, kayaknya semua kelas diliburin deh hari ini..."

Ga sanggup cerita lagi...
Perjuangan menembus air, letih kaki emak, pembakaran bensin , gaji emak yang hilang karena berniat baik untuk mengantar saya sampai rela tidak masuk kerja, semua sia- sia...

p.s Fauzi Bowo, tolong ya issue banjir di jakarta segera diatasi...masyarakat indonesia, tolong ya jangan buang sampah sembarangan lagi...emang kalo ngebuang sampah bukan di tempatnya kita dapet duit tah??