Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Anyar dari Mulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anyar dari Mulut. Tampilkan semua postingan

0 Batang

Aaaarrrgggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Ternyata...

Baru aja bicara panjang dengan pacar saya...

Hari ini saya ngeliat sesuatu yang tidak disangka tak dinyana...
Ternyata... liwat sebuah media blog di tempat lain saya baru tau kalo ada seorang teman pacar saya yang juga seorang teman blogger saya yang ternyata cinta bener sama pacar saya...terlepas dari keingintahuan saya kenapa tiba-tiba nona ini mengunjungi blog saya (saking ga pernah mikir macem-macem sampe-sampe saya taro link dia di list temen-temen blogger...), atau mengenai kedekatan hubungan mereka di masa lalu , saya cuma kepingin jujur aja...secara ini memang tempat saya menulis dan saya bebas nulis apa...
Tapi ya ditu deh... ga bisa ngomong banyak ... somehow saya percaya sama nona ini, tapi saya juga percaya sama pacar saya..., ... i won't spell your name here... i won't blame you both...,well cukup tau aja... tapi saya punya satu pertanyaan untuk non yang satu ini ... "Sebenernya kamu tau ga kalo laki-laki yang kamu deketin itu udah punya pacar?"... kalo jawabannya "Tau"...berarti saya tau harus lebih percaya sama siapa... but indeed...semua yang nona satu ini tulis bener-bener bikin saya belajar mengenai "sesuatu hal"...
Well... this is me...gotta face the fact and do the right thing...
Above all, i just wanna say " Thanks ya non...you made my eyes open... i'll let my self open to write something about this, and i'll try every best thing for my best, and after the long & winding road he and i ever had , now i admit that he's my best..."

Indahnya Pernikahan

Baru liat foto temen-temen saya yang sudah nikah...
Wow...shivered to see...

Terus terang , mengingat saya tahu mereka di masa lajang, setiap foto yang saya lihat kadang membuat saya bertanya-tanya (bukan dalam artian yang sinis) seperti
" apakah mereka benar-benar menikah karena jatuh cinta?"
" Apakah mereka yang menyelenggarakan resepsi , atau orangtua mereka?"
" mungkin ga ya mereka nikah karena sex atau uang?"
" apa mereka benar bisa memasak buat suami mereka?"
" bagaimana ya mereka mendidik anak-anaknya?"

Sungguh, saya tidak maksud menghakimi teman-teman yang telah menikah muda, hanya saja, dari semua undangan pernikahan yang saya hadiri, jujur, saya baru melihat satu pasangan saja yang benar-benar terlihat sangat .... (ga bisa digambarkan keindahannya)... di atas pelaminan...

Saya mungkin dianggap pemimpi karena masih mempercayai an everlasting love, berharap pernikahan dapat terjadi karena cinta, dan keharmonisan keluarga bisa terus berlangsung karena cinta yang dijaga...

Saya mungkin tidak sendirian dalam bermimpi ... mengingat anak yang menjadi buah pernikahan pantas untuk melihat cinta yang terpancar dari mata kedua orangtuanya saat melihat dirinya , maupun saat orang tuanya berpandangan satu sama lain...,
bahwa setiap anak yang menjadi buah pernikahan tidak berharap melihat keterkikisan psikologis orang tuanya saat sang ibu atau ayah terluka karena perselingkuhan lantaran keterbatasan cinta di antara ayah dan ibunya...,
dan, apakah setiap anak yang menjadi buah pernikahan berharap untuk diasuh oleh pengasuh ataupun nenek dan kakeknya sekalipun...?

Bagaimana mengenai keteguhan sikap dan kemandirian materi ?
Perjuangan seorang ibu tidak berhenti saat melahirkan...tidak juga sampai air susunya habis...
Perjuangan seorang ayah juga bukan sekedar bersedia lelah di 8 jam di kantor dan 3 jam berada di kemacetan lalu lintas kota untuk sekedar memberi nafkah...
apakah anak dapat baik-baik saja saat menyadari ayahnya terlalu lelah untuk bermain dengannya, sementara sang ibu yang tidak merasa cukup dinafkahi menyambut kedatangan ayahnya dengan muka tak ramah disertai secuil pertanyaan yang tidak mencerminkan kepercayaan?
Bukankah anak adalah makhluk jenius yang mampu merekam dan mencontoh segala hal yang ada di depan matanya?

Saya sangat setuju dengan pepatah yang menggambarkan anak bagaikan panah yang harus diarahkan dengan tepat...

Seriously, Sekali lagi , bukan karena saya sinis sama kehidupan pernikahan...
Saya hanya terlalu sering melihat pernikahan terjadi hanya sekedar untuk keseragaman agama, kesetaraan status sosial, atau menyenangkan orang tua semata yang sudah ga sabar memomong bayi atau orang tua yang menuntut anaknya menikah bukan dengan pilihan sang anak...atau yang terparah, karena 'kecelakaan' belaka...

Saya bukan anak pendeta atau gadis berkerudung...saya hanya salah satu orang yang memaknai pernikahan sebagai wujud spiritual tertinggi...sesuatu hal yang mempunyai dampak yang begitu hebat dan luas...

Apakah bagi anda saya pemimpi?...mungkin...
Am i being skeptical dengan pernikahan yang umumnya terjadi di Indonesia?... mungkin...
Apakah saya takut?... mungkin...
Apakah saya sendirian?...saya tidak yakin...
Apakah saya iri?... tidak sama sekali...

Sekalipun saya bertanya-tanya saat memandang foto teman-teman saya, dalam hati saya selalu berharap semoga semua hal yang mereka temui dalam biduk pernikahan bisa diatasi dan segala upaya mereka menghasilkan sesuatu yang semakin baik, baik dan baik...

Somehow, saya percaya bahwa setiap pasangan yang sudah cukup berani mengambil langkah untuk menikah akan mampu mempertahankan pernikahan dengan caranya sendiri...

SUSU FORMULA ... DAN SITI...

Akhir-akhir ini marak bener persoalan susu formula yang terkontaminasi bakteri SakaZaki (namanya funky juga ya =p)
Demo ibu-ibu yang ngebuang susu-susu formula ke dalam ember bener-bener miris...susu kan mahal...tapi apa daya...pemerintah cukup lamban untuk memberitakan produk-produk susu yang benar "terjangkit" si bang Zaki ini...

Saya pribadi memang belum punya anak dan kalopun punya anak kepinginnya pake ASI ...mungkin beberapa orang yang luar biasa mendukung ASI bisa dengan entengnya beranggapan "kenapa ga pake ASI?"... wadu...syulit juga ya...disisi lain ASI memang sangat disarankan...tapi mungkin juga kan kalo ASI itu ga bisa keluar lantaran sang Ibu ga punya gizi yang cukup gara-gara kekurangan makan ... kayanya ini menjadi masalah yang cukup dilematis. (sok ngomong penting tapi gak berbobot ala Siti F. Supari)

Yang bikin saya gemes adalah tingkahnya SITI Fadillah Supari...
Sebagai menteri kesehatan seyogyanya dia bisa bersikap lebih mengenai hal ini. Setidaknya, berikanlah penjelasan yang paling sederhana kalau bakteri tersebut bisa mati di atas 70 derajat celcius.

Tapi sayang sekali...di beberapa wawancara yang saya lihat hari ini dia tidak bersikap seperti itu.
Melihat dia sedikit emosi kalau sedang berkelit atas tindakan pemerintah yang lamban dan lalu mengunder-estimate sang peniliti (yang ujung-ujungnya menggelitik konflik antara tim peneliti IPB dan dirinya) rasanya seperti melihat gaya bicara Mbok Ning, pedagang sayur yang biasa mangkal di lapangan dekat rumah saya.

Ini dia secuil kata-kata BUSITi yang sempat terekam oleh saya (maap ga semuanya, karena saya udah cukup sebal untuk mendengar kelanjutan gaya bicaranya yang ga terkontrol itu):

"Apa itu, penelitian apa...Kenapa tiba-tiba aja mau meneliti hal seperti itu "
--> Bukankah kasus sang bocah yang meninggal cukup jadi trigger untuk para peneliti untuk menilik apa penyebab musababnya?

"Itu kan, ga semua lah, itu...kan ga semua susu formula terkontaminasi bakteri itu..apa namanya..."
--> bingung kan dia ngomong apa? emang itu dia ciri khas statementnya madam Supari yang konon bikin saya cukup gemes dan selalu bertanya-tanya *Kenapa sihh orang kaya dia bisa jadi menteri kesehataannnnn...?!*??&$?!!*

"Ibu-ibu jangan takut, silahkan menkonsumsi susu formula, saya jamin, kalau ada apa-apa pemerintah yang tanggung"
--> ck ck ck...segitu yakinnya...tanpa memberikan alasan yang jelas....(so typical!)

Bukannya saya kepingin menjatuhkan Madam Supari, tapi memang bener ini dari hati saya yang terdalam saya ga pernah merasa dipuaskan oleh jawaban-jawaban BUSITi. Semuanya terkesan BULSIT, tanpa dasar dan penjabaran yang jelas. (Tentu kita masih ingat bagaimana BUSITi berbicara soal flu burung dan SAR toh?)

Singkat kata, singkat cerita,

  • sebagai dokter kok dia ga bisa menjelaskan dengan baik...nama bakterinya aja lupa..(mungkin ada yang nonton dia di lain wawancara & tidak menemukan kata-kata yang saya sadur di atas, tapi di wawancara yang saya liat ituh ya dia hanya berbicara seperti itu adanya, kumur-kumur seperti biasanya)
  • Sebagai menteri kok dia tidak mampu memberikan penjelasan yang menenangkan rakyat...
  • Sebagai tokoh masyarakat kok susah menahan emosi kalo di tekan sama press...(heran...bukannya orang besar itu bisa bersikap lebih bijak?--berarti dia memang ga layak untuk jadi orang besar kali : tobil anak kadal menyeletuk:)
sedikit gosiip juga ah (mumpung blog saya ga terkenal alias jarang pembaca...denger-denger...Disertasi yang diissue BUSITi sewaktu masa kuliahnya adalah hasil plagiat semata...(pantes saja)
DAN, BUSITi ini ternyata tiap minggu tidak pernah absen ngirimin roti ke Bu Ani di masa reshuffle kabinet...(ck ck ck... PANTESSSSS ....)

Ngelantur itu hobi saya, jadi kalo omongan-omongan saya yang di atas itu kurang berkenan ya tulung dimaapkeun aja...toh saya kan bukan mentri ...=p

Hari Teriak-Teriak

Baru aja hari minggu yang lalu saya karaokean dari jam 4 sore - 10 malam ( berarti 6 jam ya!...*geleng-geleng kepala sendiri*) demi menemani seorang teman yang sedang mengasah kemampuan vokalnya (heran..kenapa di tempat karaoke ya , kan saya jadinya keikutan nyanyi-nyanyi menggila tak keruan nan tak tau diri...). Biar bukan penyanyi, ga tanggung-tanggung volume kita gedein aja tanpa tau diri *nyengir kuda*.

Secara saya bukan penyanyi, Suara sudah pasti terkikis habis (huhuhu)...Tapi tak apa deh, yang penting bisa sekalian melepaskan kepenatan yang sudah tiada tara nan tak terbendung ini. [tarik nafas sejenak]
Lagipula... saya jadi semakin pede untuk jadi jadi penyanyi (mulai ngelantur)...
Hehe..tapi ini bener loh...Gara-garanya waktu saya dan teman saya berduet lagunya mulan jameela (untuk bersenang-senang menggila semata), untuk beberapa kali ada beberapa orang yang mengintip kami sambil senyam-senyum dari balik kaca pintu ituh (hihihi...ge-er ga keruan...padahal mungkin mereka bertanya-tanya siapa sih yang membuat kegaduhan yang luar binasa ini *gegeggegeg*...
[glek...terdiam sejenak] ...
ato mungkin gara-gara kita begaya mulan jameela (?*#%??) *D'ohhh! Malu BERAT*)

Hari Senin...terliwati dengan aman..hanya teriak seadanya dan sebisanya...

Hari Selasa...hari preyi (baca: libur)... Buebasss neriakin orang, tapi teriak-teriak sendiri bersama sang gitar...(sama aja)


Sekarang udah hari rabu, jadwalnya saya jadi polisi kelas yang mana isinya adalah anak-anak abegeh semua. Sungguh mati , ga tahan saya sama mereka yang syusah syekali (logat cinta lora) dikasitaunya (beuh!). Udah kurang lebih 8 bulan ngulik gerakan-gerakan tapi ga hafal-hafal (herman berat saya!), kerjaan mereka di langkah pertama mereka memasuki ruangan itu biasanya duduk, ngesot, ato main henpon...bukannya ngafalin yang belum hafal...ajaib-ajaib bener ni anak-anak. Ada pula satu anak yang selalu telat dan begitu masuk ruangan malah langsung curhat soal pacarnya (Dang!!!) ... (menghembuskan nafas sambil memutar-mutarkan bola mata.... ga bisa ngomong apa-apa lagi ke mereka...anak umur sgituh pasti ga bakal nyaman kalo diomelin , itu berarti gue harus ngejabanin obrolan-obrolan mereka*FWEEEUUHH*)
Emang rasanya menyenangkan sih kalo mereka mau ngobrol sama saya... ambil ge-ernya aja, berarti mereka seneng & nyaman ditutor-in sama sayah ;p...

Cuma hari ini...bedddeeuuhhh...sudah tak takhan lakgi (logat tegal) sayaaa...
diketerkikisan (halah) suara saya ini, saya harus teriak-teriak lagi lantaran mereka tak kunjung terlihat sebagaimana yang saya inginkan... akhirnya, setelah segenap suara (dan sepertinya tenggorokannya juga) keluar dengan sangat amat super lantang, mereka sukses melakukan gerakan yang saya minta...ohhh TUHANNN (sambil sujud)...apa saya harus teriak-teriak dulu baru mereka ngelakuin apa yang saya minta...

Moso' dosa harus nambah cuma gara-gara jadi polisi...(*@&^#@*$^)

Mulei Dari Sekarang

Setelah keliling keliling, mencoba-coba, merusak mata, dan bersimbah peluh mendandani rumah-rumah baru akhirnya saya memutuskan untuk tetap tinggal disiniiiiiiii

Sebenernya kepinginannya di rumah saya yang ini saya bisa tenang bercengkrama dengan teman-teman saya...ga perlu pusingin sual rencana keuangan yang saya dan Santi sedang rencanakan (pheww)...

Dan di kamar ini...(sambil berdendang Iwan Fals) di tempat yang templetnya sudah hancur berantakan , saya kepingin nulisin semuanya aja dari hal formal - non formal - ja'im- ga ja'im sampe hal-hal yang mungkin ga enak dibaca seperti postingan terakhir saya (huhuhu)
sepertinya non angga dan mas cuprit , apalagi bude santi sudah sangat risih dengan saya yang sudah seperti nomadenus ( halah, sok2 bikin istilah baru) ini pantas mendapatkan penjelasan mengapa saya bertingkah bgitu:

Begini ceritanya:
Pertama-tama , di hari itu (entah lah hari apa) saya kepingin mendandani blog saya ini [dasar bukan penulis, jadi kepinginnya cuma ngedandanin blog aja , tapi jarang nulis-nulis ...sekalinya nulis pasti caps nya berantakan deh..tuh liat aja, nama orang cuma kadang-kadang aja diawali dengan hurup besar hehe], eniwe udah lagi semangat-semangatnya pingin bongkar pasang, eeehhhh dilalah (baca: ternyata) templet di cpanelnya berantakannnnn...!, itu ...yang tadinya ada scroll bar horizontal untuk ngedandanin 3 kolom, tiba-tiba ngilang dan templetpun secara otomatis dianggap menjadi 2 kolom secara ga bisa ngedandanin kolom ke 3! Senep?, pastinja! sualnya waktu itu saya lagi kepingin nambahin blogroll link paporit saya [uhh!]
Cukup geram loh waktu menyadari hal ini ternyata berlangsung berhari-hari dan ternyata cenderung everlasting ginih (awalnya saya pikir kan cuma ke-erroran temporer -seperti kata nyai santi yang selalu melecehkan blogger dengan julukan si raja error-
Ya sudahlah...saya pikir, sekalian aja deh bikin rumah baru secara nyai santi udah ngomporin terus untuk pindah ke WP (terhanyut aku oleh orang gila ~ berdendang lagunya Kla Project)

Kedua-dua (menyambung pertama-tama), saya kan doyan cari uang tuh , jadi kepengennya kan bisa dapet uang tambahan dari blogging (*sorotan mata dengan tanda dollar seperti gober bebek*) maka dibuatlah rumah-rumah baru itu yang konon sangat menyita waktu, tenaga, dan keringat di ketiakku. (puh!)

Udah gitu (sabar...sabar...belum kelar curhat colongannya)
Saya kan biasa populer ya (*di lempar sapu sama teti*), jadi saya geleuh aja gitu kok ni blogjarang dapet kunjungan, padahal dari awal udah nyoba bikin sesopan mungkin (biar terkesan berpendidikan tinggi gitu mangsudnya [memutar-mutarkan bola mata] ...(ngucek-ngucek mata dan menghembuskan nafas ) saya lantas bertanya kepada diri sendiri dong apa bener saya ini lebih populer kalo menjadi diri saya sewaktu sma dan kuliah yang entertaining, pecicilan dan berisik di mana pun saya berada itu?? (*dijambag ama teti*)
HAdooohh...berat juga ya..secara sebenernya saya itu kan alim durjana dan tidak pernah neko-neko (*dilempar asbak sama santi*) pun saya kan sekarang sudah jadi seorang pendidig , kan ga enak kalo tiba-tiba entah bagemana caranya anak-anak buah saya ngebaca tulisan-tulisan yang kurang mencerminkan imej pendidig, harus JA' IM dong sayaaanyaa (*akhirnya santi pun menyewa tukang bajaj untuk nyerempet saya*)

Ahhhh ya sutralah...pokoke mulei dari sekarang, rumah yang satu itu, khusus untuk serius2an sementara this blog is officially menjadi ajang curhatan-curhatan saya...yayyy!!(*luncat-luncat girang*)

~cukup sekian ah~
---------------------------------------

p.s maaf ya kalau saya jarang kasih feedback komentar-komentar, sualnya kalu udah nongkrong di depan sini saya keribetan ngurusin rumah-rumah baru itu (huhuhuhu)


Pak Harto,

Bapak , selamat jalan...(kata Maya Rumantir sambil menyeka air mata seraya sesenggukan)

ok, just need to drop some line here,

Met Jalan Pak Harto, may you rest in peace....mengingat adanya jasa sekaligus kesalahan yang telah bliaw perbuat rasanya kita semua kudu bersama-sama ngedoa-in Bapak yang satu ini.

Secara dendam ga akan ngebuat kita maju, jadi soal memaafkan, pastinja saya pribadi sudah memaafkan...

yet it is for sure kalau soal mengembalikan hak rakyat , itu harus dibedakan. SAYA tetap MANUSIA, dan HUKUM tetap HUKUM. (ga usah pake tanda seru lah, kita semua juga udah ngerti toh kalo itu perlu ditegaskan)

p.s Tutut, Tommy, Bambang, Mamiek, Sigit, Titiek, sudahlah...Tolong selesaikan kasus Bapak kalian...kasian bow di "sana"nya...

rojer, rojer, Ajeng undur diri...

Topik Utama : Soeharto Sakit ... ( Lalu??! )

Baru liat di stasiun TV , topiknya : Soeharto sakit...
Sudah 9 hari lebih topik ini menjadi topik utama...heran...seinget saya dia bukan lagi orang pertama di Indonesiaku ini...tapi ternyata masih cukup populer juga bapak yang satu ini...

" Pemirsa, simpati dan doa mengalir bagi kesembuhan mantan presiden Soeharto"...ada juga
" Warga di entahlahdimanasajamungkin mengadakan doa bersama demi kebaikan bapak yang telah berjasa membesarkan negara Indonesia ini.." wow..!

Saya bukan penggemar Soeharto sama sekali, jadi saya bingung apa yang bikin orang-orang ini begitu simpati sama Bapak yang dibilang Bapak Pembangunan ini. Perasaan, kalau menurut saya ya...selain statusnya yang dibilang Bapak pembangunan ini bisa dilaraskan dengan infrastruktur yang dapat kita lihat di Jakarta( dan sekitarnya saja) sekarang ini, Soeharto juga jawara dalam memanipulasi rakyat Indonesia. Saya jadi bertanya-tanya, apa yang pernah mereka dapatkan ya semasa Soeharto bertengger di puncak kejayaannya...(?!)

Lain waktu yang lalu diberitakan juga ada ruwatan untuk Seoharto yang diselenggarakan di daerah jawa tengah. hmm..cukup tertarik saya melihatnya karena mungkin mantan orang pertama Indonesiaku ini memang patut di'ruwat' lantaran kiprahnya selama 32 tahun mengawangi Indonesiaku ini cukup dinilai tidak bersih oleh sesepuh-sesepuh jawa tengah ini.
Kata mereka, mereka mendoakan Soeharto agar dapat dimudahkan jalannya...kalau memang harus pergi mudah-mudahan Soeharto bisa diampuni dosa-dosanya oleh YME , kalau memang Soeharto masih bertahan mudah-mudahan Soeharto dimudahkan untuk bertobat...
hehehe...Adil ya...

Yang bikin saya benar-benar muak manteng-in berita tentang kesakitannya Soeharto ini adalah melihat tim dokternya melakukan press confrence. Hebat ya...Soeharto, jawara koruptor yang katanya tidak punya kekayaan sebesar yang dituduhkan dan kasus persidangannya selalu terantuk-antuk ini punya tim dokter ...MASIH BISA juga dia membayar tim dokter!

Ironis sekali...setelah melihat berapa banyak simpati dan sanjungan yang mengalir dari orang-orang yang pernah ia manipulasi, saya harus melihat ke-ekslusifan yang masih bisa dinikmati Soeharto, sementara di topik berita lainnya saya harus melihat anak bayi orang kecil tidak bisa menghisap susu asi ibunya lantaran punya tumor / benjolan di pipinya yang semakin membesar dan tidak dapat disembuhkan karena tidak punya dana...

Andai saja Soeharto membentuk tim dokter buat orang-orang seperti si bayi dengan tumor yang sampai tidak bisa menyusu asi ini ...saya pasti tidak akan bertanya-tanya kenapa Soeharto sakit serta simpati-simpati yang mengalir padanya jadi topik utama selama berturut-turut... ( menghela nafas dalam- dalam)

Pembenaran kah?

Back from
selfpag3 -nya Nyai Santi

Gerah sekali liat topiknya soal menikah-menikah juga...
tapi mau diapain lagi...

btw akhir-akhir ini saya emang kepikiran untuk menikah ...mungkin karena kakak saya tercinta baru melahirkan ya...tapi ada yang lucu deh, setiap saya mikirin pernikahan (yang kadang-kadang kerasa nyaman juga untuk dipikirin) , kok malemnya saya mimpi-in temen-temen SMU saya, termasuk salah satu pejantan semasa SMU ini yang denger-denger sekarang demen sama saya...agak aneh memang...memang dulu saya suka sama dia, tapi kayanya itu sudah lama berlangsung, PUN yang muncul juga bukan dia seorang di mimpi saya... tapi juga yang lain.

Sewaktu mimpi: Saya saat itu sedang berkumpul dalam satu meja bersama teman-teman SMU ini (awalnya ada pacar saya di meja itu ) dan saya lontarkan pada mereka bahwa saya akan menikah...ada beberapa teman yang sikapnya sangat supportif pada saat saya mengumumkan bahwa saya akan menikah...ada juga yang bilang "akhirnya jeng", lantas teman-teman saya itu memberikan pelukan dan tepukan selamat pada saya dan (nah pada saat itu saya bingung karena tiba-tiba pacar saya hilang )...sementara 'selametan' masih berlangsung, si pejantan satu ini air mukanya seperti----ahhh tak bisa saya deskripsikan lah mukanya saat itu---...(haha pasti Nyai Santi ga sabar deh mau ngomentarin saya "jangan GR jenggggg")

Mimpi lain ada lagi, kali ini saya dan teman-teman saya ( yang ini random teman-teman dari mana) harus meyelesaikan tantangan agak horor -yang saya ga mau inget apa tantangannya- pokoknya di mimpi itu saya ketakutan sekali ... saya nyari pacar saya, tapi beliau tidak ada... lantas tanpa sengaja saya lihat di antara kerumunan teman-teman saya, pejantan semasa SMU itu sedang melihat dan menunggu saya dari jauh kalau-kalau saya perlu teman dikala saya ketakutan...tapi saat itu saya memilih untuk ditemani teman-teman yang lain...(Nyai Santi mungkin saat ini sedang mengangguk-anggukan kepalanya seolah mencoba mengerti tapi juga menggelengkan kepalanya karena ada sesuatu di pikirannya yang ingin sekali dia suarakan, atau mungkin Nyai Santi mau tak mau sedang sedikit prihatin sama pacar saya)

Setelah dipikir-pikir (saya memang dari dulu suka sok-sok mengartikan mimpi sampai-sampai dulu cita-cita saya itu pingin jadi ilmuwan yang mengkaji mimpi secara scientific ) mimpi itu keluar mungkin karena saya sudah nyaman dengan pacar saya, namun masih lebih merasa nyaman hidup lebih dekat dengan teman-teman...(kali ini pasti Nyai Santi sangat kegerahan dan kepingin banget teriak-in saya " huh! Pembenaraaaaaaaannnnn!!)

--just blurbing--

Hari ini gue mual banget ga tau kenapa..mungkin masuk angin..atau mungkin gue sudah lumayan besar untuk memikirkan pernikahan secara teman-teman gue sudah pada menikah dan mempunyai momongan..( menghembuskan nafas )...kayaknya kepala langsung muter mikirin ini..
mungkin bener kata orang-orang kalo kawin/nikah ga usah dipikirin biayanya jadi ga kelamaan nunggu kekumpul uangnya...(walopun mungkin bener juga apa yang mereka omongin..tapi gue tetep keras kepala ah..masa iya gue minta semuanya dibiayain orangtua gue ato orangtua pacar gue untuk biayain gue nikah -- mikir sambil geleng-geleng).

mengingat kemualan yang masih berlangsung hingga kini, mendingan gue bobo dulu deh...
oya btw...ada kabar gembira untuk pacarku (kalau masih sempet sih ngebaca-baca atau menghargai apa pun yang gue hasilkan) hari ini walaupun akhirnya jadi agak mual..sepertinya aku mulei memikirkan pernikahan...( senyum agak bijaksana )