Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Asuransi Pribadi..?, OgaHH!!

YakiN...???

Saya ga berharap siapa pun yang baca ini jadi tertarik ikut asuransi cuma karena agen-agen asuransi di luar sana yang pastinja akan berbicara banyak dan akan terdengar sangat meyakinkan Bapak/ Ibu/ Tante/ Neng/ Nyonya/ Mbak/ Mas sekalian tentang asuransi, Saya hanya kepingin banget ngeluarin uneg-uneg bahwasanya saya begitu gemes ngliat kebanyakan orang menolak asuransi lantas lebih milih untuk apply bikin credit card atau say yes disaat ada tawaran untuk bikin kartu kredit...(sungguh saya kurang bisa memahami latar belakang keputusan itu...)

Saya seringkali bertanya-tanya sebenernya apa sih yang bikin asuransi itu momok
menakutkan bagi warga Indonesia? (sementara , di negara-negara mapan , memiliki account asuransi atas nama satu pribadi dianggap sangat penting ...singkatnya, card insurance is treated as a golden ticket...)

Usut punya usut dari pendapat-pendapat kusut yang saya pernah tanyakan secara cuma-cuma dengan orang-orang terdekat saya, ternyata masih banyak orang yang berpikir kalau asuransi sekarang sama seperti asuransi klasik jaman dulu yang prosesnya ribet dan ujung-ujungnya uang yang udah dikumpulken bisa ludes sia-sia ...
Atau seperti kakak saya yang sudah jadi suami orang dengan entengnya bilang "kalo gue sih udah dapet jatah dari asuransi kantor suami gue jeng"...
ada juga yang bilang asuransi susah maintainnya, terlambat bayar sedikit saja uang yang sudah dikumpulin beberapa waktu bisa ilang dalam sekejap...
bahkan ada yang takut uangnya diputer (diinvestasikan) ke sumber/lembaga yang tidak- tidak ...Kalimat pendeknya; alasan utamanya adalah takut, tidak mau mandiri, tidak disiplin dan tidak percaya-an...

berdasarkan dari naluri dan kebelaguan saya (hehe), bisa dibilang alasan-alasan itu timbul semata-mata karena kurangnya rasa perhatian dan pengetahuan kita terhadap pentingnya kesehatan diri sendiri (nanti baca juga "Jangan Buang Sampah Sembarangan" ) , seolah-olah kesehatan bukanlah tanggung jawab setiap individu. Oh ijaa, Ada satu hal lagi yang jarang sekali orang-orang mau sadari kalau kerugian yang tiba-tiba dia dapatkan adalah karena ketidaktelitiannya dalam membaca polis (contoh yang paling pas adalah emakku tercinta ).

Berangkat dari kekecewaan ibu ( dan ke-3 kalinya saya berurusan dengan pihak pengecewa ibu saya ) terhadap perusahaan asuransi yang nemplok di bank-bank yang polisnya cuma bisa dibaca pakai kaca pembesar dan agen-agennya terlihat lebih cocok untuk jualan yakult, saya pikir ada baiknya, kalau memang benar mau bikin account asuransi jangan lupa untuk 'menyetel' pikiran bahwa yang akan kita lakukan adalah menabung bukan untuk ngarepin dapet uang disaat kita mati...dan, hal yang harus betul-betul disadari selain kredibilitas kita dalam menjalankan sesuatu dengan konsisten, tentunja adalah kredibilitas perusahaan asuransi tersebut...
Untuk lebih afdolnya, kurang lebih tanyakanlah hal-hal ini kepada si agen asuransi :

1. Latar belakang pendiri perusahaan dan masa purna perusahaan asuransi ( kalau perlu minta diperlihatkan company profilenya. perusahan asuransi yang baik akan "mempersenjatai" agennya untuk bisa menghandel semua keingintahuan calon nasabah. Ga usah malu atau takut dianggap resek. Kita kan harus tau kalau perusahaan ini cukup kuat untuk mengolah uang yang kita titipkan selama bertahun-tahun kemudian...kita punya hak kok untuk tau )

2. Kasus terbesar yang pernah perusahaan tersebut tangani dan sebesar berapa jumlah total yang dikeluarkan perusahaan asuransi tersebut untuk meng-cover kecelakaan itu (kalo buat saya paling gampang sih tanya soal kecelakaan titanic tahun1912, ga tau ya buat saya kok itu kecelakaan paling edan hihihi)

3. Tingkat pertumbuhan ROE (Return of Equity-nya ) dalam beberapa tahun terakhir. ( Maap -maap di kata nih saya bukan orang ekonomi, tapi yang saya tau biasaya orang Indonesia cenderung berani inves di saham equitas ...dan dari ROE ini kita bisa punya gambaran selevel apa/se-aman / ke lembaga macam apa uang kita diinvestasikan)

4. Minta perlihatkan contoh polis! Kalau ada istilah yang tidak dimengerti langsung tanyakan saja dan kalo tulisannya kecil-kecil segede kwaci lebih baik cari provider lain...

5. Tanya dengan detil aturan pembayaran ( sampai tahun ke berapa polis harus dibayar secara intesif [ kalau pun hanya 2 tahun dari 10 tahun baiknya jangan lantas punya mind set "ah, berarti gue bisa absen bayar polis nih setelah tahun 2010...] ) dan tanya adakah notifikasi sebelum deadline pembayaran

6. Rumah sakit rujukan (lihat yang paling dekat dengan daerah tempat tinggal, jangan sampe kartu asuransi yang sudah dimiliki tidak efektif )

7. Minta ilustrasi manfaat/keuntungan asuransi yang ditawarkan dan cermati batas umur kita/ masa penggunaan manfaat tersebut. Sebisa mungkin pilih yang paling simple dulu, apa bila kita benar-benar paham basic systemnya, baru kita minta modifikasi manfaat. Jangan sampai mengincar banyaknya manfaat asuransi tapi batas umur penggunaan manfaatnya dibawah umur 60 (apalagi kalau kita punya pola hidup sehat dan tidak merokok).

8. Minta ilustrasi investasi dan hitungan biaya-biaya asuransi. ( Bagaimanapun rayuan mautnya, kalau si agen tidak kunjung membuatnya, jangan mau tandatangan . Kalo yang syariah biasanya ga ada hitungan-hitungan perkembangan investasi)

Secara ini adalah masalah menumbuhkan kepercayaan, sembari bertanya beberapa hal di atas, silahkan lihat baik-baik bagaimana respon / cara menjawab si agen asuransi. Kalau dia masih terkesan binun, tapi kita sudah keburu kesengsem sama barang dagangannya, jalinlah pendekatan lebih jauh dengan si agen sampai tercipta sense of bond antara agen dan Anda, sehingga pada saat dibutuhkan dalam memproses klaim, si agen mau membantu kita.

Above all that, keep this line on your mind " Everything done properly, will not mislead us to improprierity "
Semoga kita tidak memandang sebelah mata lagi terhadap kesehatan dan asuransi...

p.s emak...jangan marah lagi ya mak...emang waktu itu kita telat bayar mak...

11 komentar:

Anonim mengatakan...

iya jeng, iya.. itu mindset sebagian besar orang. kekekekekkk.. tapi gw tidak loh (ngedip2). walopun gitu, gw ngerti pasti lo ogah mau ngejadiin gw nasabah (nyengir).

eniwei, mamak kenapa lagi? lagi misuh2 sama asuransi ya?

eh kalo mbak irin bilangnya gini, "Ntar lah, Ti. Bernafas dulu lah secara pengeluaran lagi bikin sesak nafas gini". kalo kak dodi, gw gak ngerti deh. soale dia kan lagi menanti kelahiran anak kedua :D

eh iya, harusnya lo tulis deh tuh ttg "jangan buang sampah sembarangan" dan "jagalah kebersihan", kan elo kompulsif jeng.. hiaheiahiehaihia (kabur)

Anonim mengatakan...

huahhhhhhhhhhhhhhhhh....
Ajeng dah nggak seruuuuuuuu....
Shoutbox dah dibuang...trus imeem juga ngilang...
wahhhhhhhhh...kyknya saya akan mengadakan demo mogok tidak berkunjung sampe tuntutan kembalikan Shoutbox dan imeem pd tempatnya dipenuhi....

hidup penggemar calon prasasti..!!!

Anonim mengatakan...

waaaahh (geleng2 kepala).. sukurin lo jeng, di demo sama ahli demo :D

(gw udah psg shoutbox nya lagi betewe.. :( )

kalo dah balik buzz aku ya gadis.. :"> aku kan tanen..

Anonim mengatakan...

aku ga diijinin pake asuransi sama ortu. ga tau deh kalau dah berumah tangga se ndiri

Btw aku kadang ga berhasil komen di blogspot tipe popup. Ini lg hoki setelah refresh 10 kali br bs komen. Jd kalau ga bs komen mohon maaf ya

Anonim mengatakan...

inget ngga dulu gue pernah menghina dina asuransi dan berjanji pada lo ngga akan pernah menggunakan jasa asuransi???

believe it or not, sekarang gue adalah pengguna asuransi dengan merk yang sama seperti lo!! hahaahhahahahak..

kita sekarang temenan dooonk! ihhiihihhi...

Happy Birthday tong!

Anonim mengatakan...

Wah saya jadi tertarik dengan asuransi melihat postingan ini. Thx.

Anonim mengatakan...

H@ppy B'day....sorry telat.......

Anonim mengatakan...

(memeluk ajeng erat2)
kamu kaget ya tadi? sampe lompat gituh.. kekekekkk
eh poto udah gw upload, kl mau liat bayar (lho??).. mksd gw hubungi gw di ym, tar gw kasi tau link nya :D

Anonim mengatakan...

Eh..mbak..saya udah ikut asuransi kok..soalnya ya saya pikir penting sih ya..

Anonim mengatakan...

@ santi : huehueheuue... gue paham tet...!! hahhaha, alasan terooossssssssssssss hahahhahaha

@ mas Agus Cuprit : Hehehhe..dimaapken masss, shoutboxnya keseringan dijadiin YM sih sama Akuh dan Santi =p hihii, tp kalo imem aku masih sediakeun kokkkkk =p

@Shireshou : wah, kok bisa begitu?...gpp kok mba, sekkarang udah ada banyak asuransi Syariah..=), semoga nanti sempat ya untuk menjalankan rencananya =) btw, berhasilll! mucul kok commentnyaa! hehehheheeh

@ Duma : dasar tongkiiiiii...!!!!

@ dkazuma : wahhh, saya doakeun dkazuma bisa menjalankeun rencananya =), kalo mau tanya2 lebih lanjut boleh layangkan pertanyaanmuhh ke anastasiarta@gmail.com =)

@ stey : *tos* hehehheheeh wah...tak disangka tak dinyana...templet boleh ngeri, ternyata memikirkan asuransi jugahhhh =) akuh jadi ingin berkenalannn hehehhehe *cipiki-cipika*

Anonim mengatakan...

Yuup.. setuju.. asuransi amat sangat penting..boros banget bahasanya ya.. udah Amat.. pake sangat lagee...hihihi... tapi sebenernya aku juga tau begitu pentingnya asuransi setelah pernah jadi sales asuransi.hihihi.. makanya sekarang banyak2in asuransi, sesuai kantong tentunya..