Bapak , selamat jalan...(kata Maya Rumantir sambil menyeka air mata seraya sesenggukan)
ok, just need to drop some line here,
Met Jalan Pak Harto, may you rest in peace....mengingat adanya jasa sekaligus kesalahan yang telah bliaw perbuat rasanya kita semua kudu bersama-sama ngedoa-in Bapak yang satu ini.
Secara dendam ga akan ngebuat kita maju, jadi soal memaafkan, pastinja saya pribadi sudah memaafkan...
yet it is for sure kalau soal mengembalikan hak rakyat , itu harus dibedakan. SAYA tetap MANUSIA, dan HUKUM tetap HUKUM. (ga usah pake tanda seru lah, kita semua juga udah ngerti toh kalo itu perlu ditegaskan)
p.s Tutut, Tommy, Bambang, Mamiek, Sigit, Titiek, sudahlah...Tolong selesaikan kasus Bapak kalian...kasian bow di "sana"nya...
rojer, rojer, Ajeng undur diri...
Pak Harto,
Cerita > Anyar dari Mulut 9 comment(s)
23 Januari 2008
Teng! jam 00:00 dini hari pacar mengucapkan selamat ulang tahun...
Ga lama setelah dia pulang, Jam 1 malem teman saya santisatunyalagi (kalo yang biasa di dunia ghoib biasanya saya panggil Santet, kalo yang ini namanya Santol , biarpun kedengerannya ga enak, dua-duanya nama kesayangan ) yang sudah mengecap asam manis bersama sejak tahun 1997 menelepon ... tapi pasti dia lupa , pikir saya...
bukannya negatif thinking, tapi memang sudah kebiasaan kami untuk tidak mengingat tanggal ulang tahun, tanggal hari jadian kita dan pacar masing-masing, termasuk tanggalan hari biasa (hehehe).
"Halo, jeng!" dari ujung sana
"oy" saya menyambut...
SANTOL: lo lagi ngapain, di mana? rumah ga?..hehehhehe (ga tau perasaan saya atau dia juga ngerasa , sering terdengar seperti orang SLB kalo dia lagi ketawa...hakakakak)
AJENG : ade ape toli? heehhehe
SANTOL : ehehehehe...ga papa..lo lagi di rumah bener?
pikir saya, pasti ni anak pingin dateng ke rumah untuk nyuruhin saya maenin lagu-lagu yang dia mau pilih untuk albumnya ( beli ya nanti kalo udah dipasarkan! hahaha )
bla..bla..bla..bla....
AJENG: ya uda, lo mau dateng jam berapa dul? gue rencana mao bobo jam 3-an, gue juga baru mau ngecek imel (email maksudnya) ini...emang napa tol? lo pengen ngerjain jari gue lagi yak? (sebelumnya dia pernah minta saya untuk nyanyiin lagu dengan gitar saya yang sudah soak itu via ym di tengah malam buta untuk keperluan albumnya ini-untung saya orangnya penyayang..hehehe)
SANTOL: yaaah...(dengan nada ragu)...gemana ya enaknya, kalo lo pengen tidur cepet gue jadi binun...(sekali lagi dia ketawa kaya anak SLB)
AJENG: yeee..ya uda, cepetan kalo mau dateng ni, gpp, gue kan ulang tahun hari inii...heuhuehueheueuu
SANTOL: yahhh...ahh,lo kok baru ngomong si jeng, ahhh,...ga asik banget si ni anak, CULUN lo jeng! hehehehe
sesaat saya berpikiran " ni anak grogi amat ketawan ga apal sama ulang tahun gue, kaya ga pernah lupa aja..." heran sungguh...
SANTOL: ah ya udah deh, lo besok dateng ke tempat gue ya pulang ballet, awas lo, janji ya...!
AJENG: iya...ya uda , dudaaaa
SANTOL: dah ajenggg
Lantas tak lama telepon berdering kembali...kali ini Intan yang telepon...
ga beberapa lama setelah mengucapkaan selamat kepada saya henpon intan berdering...intan pun berkata "toli ngapain nih malem-malem gini tilpun"...(oh ya maap TOLI = SANTOL...nama panjangnya SANTOLI YAHYA)..."tar gue telp lagi ya dul" kata Intan...
hmmmm...saya pikir "pasti si santol mati gaya ni ketawan ga apal ulang tahun gue untuk yang keseringan kalinya..." (hehehe)
Lalu saya pun ditelpon lagi sama Intan seraya ym-an sama Santol dan Santet...
----------------------------------------------------
Sesampainya di sana...Santol suruh kami nunggu sambil nonton dia nyanyi...terus Hans pun request lagunya Faith Hill, "There You'll Be"...
ahhh...emang dasar si Santol culun...dia nangis waktu nyanyiin inih...biasanya kalo dia culun, saya ikutan ketularan culun (heheh..nangis tuh kaya nguap..coba aja...nular!) alhasil maskara Santol ada yang beleberan dan lagu request-an Hans yang buat saya jadi soundtracknya perjalanan Santol dan Saya heheheh..(maaf ya ay, aku sayang kamu juga kok!hehehhe)
Naik ke atas...
dan inilah dia buah keculunan Santol

Pada akhirnya Santol mengakui bahwa, kali ini dia betul-betul ingat ulang tahun saya dari tanggal 20...hhhhh...akhirnya... di tahun ke 11 kita bersanding...dia inget sampai hari H nya...(hehehe)
dan sekarang , di sini, di blog saya yang semuanya sah-sah aja untuk ditulis ini, sengaja saya mau bilang sama Santol a.k.a Santi Danametta bahwasanya saya sangad cenang cekayiiii untuk surprise partynya (yang sepertinya semua dibiayai oleh mu hihihi) dan tidak pernah menyangka dan menyana bisa bikin saya jadi haru biru ginih...secara akhir-akhir ini saya sudah semakin seperti robot saja...hehehhe...
Thanks a lot yah Tolinita
Thanks juga sayang-sayangkuh Hans, Santeti , Intanita, Duma, Mba Caca, Lolanita, Valensya, Becky, Deasy, Sammy and Dorothy...
p.s bener- bener culun lo Tol...(hakakakak)
Cerita > Untuk Teman 11 comment(s)
Asuransi Pribadi..?, OgaHH!!
YakiN...???
Saya ga berharap siapa pun yang baca ini jadi tertarik ikut asuransi cuma karena agen-agen asuransi di luar sana yang pastinja akan berbicara banyak dan akan terdengar sangat meyakinkan Bapak/ Ibu/ Tante/ Neng/ Nyonya/ Mbak/ Mas sekalian tentang asuransi, Saya hanya kepingin banget ngeluarin uneg-uneg bahwasanya saya begitu gemes ngliat kebanyakan orang menolak asuransi lantas lebih milih untuk apply bikin credit card atau say yes disaat ada tawaran untuk bikin kartu kredit...(sungguh saya kurang bisa memahami latar belakang keputusan itu...)
Saya seringkali bertanya-tanya sebenernya apa sih yang bikin asuransi itu momok
menakutkan bagi warga Indonesia? (sementara , di negara-negara mapan , memiliki account asuransi atas nama satu pribadi dianggap sangat penting ...singkatnya, card insurance is treated as a golden ticket...)
Usut punya usut dari pendapat-pendapat kusut yang saya pernah tanyakan secara cuma-cuma dengan orang-orang terdekat saya, ternyata masih banyak orang yang berpikir kalau asuransi sekarang sama seperti asuransi klasik jaman dulu yang prosesnya ribet dan ujung-ujungnya uang yang udah dikumpulken bisa ludes sia-sia ...
Atau seperti kakak saya yang sudah jadi suami orang dengan entengnya bilang "kalo gue sih udah dapet jatah dari asuransi kantor suami gue jeng"...
ada juga yang bilang asuransi susah maintainnya, terlambat bayar sedikit saja uang yang sudah dikumpulin beberapa waktu bisa ilang dalam sekejap...
bahkan ada yang takut uangnya diputer (diinvestasikan) ke sumber/lembaga yang tidak- tidak ...Kalimat pendeknya; alasan utamanya adalah takut, tidak mau mandiri, tidak disiplin dan tidak percaya-an...
berdasarkan dari naluri dan kebelaguan saya (hehe), bisa dibilang alasan-alasan itu timbul semata-mata karena kurangnya rasa perhatian dan pengetahuan kita terhadap pentingnya kesehatan diri sendiri (nanti baca juga "Jangan Buang Sampah Sembarangan" ) , seolah-olah kesehatan bukanlah tanggung jawab setiap individu. Oh ijaa, Ada satu hal lagi yang jarang sekali orang-orang mau sadari kalau kerugian yang tiba-tiba dia dapatkan adalah karena ketidaktelitiannya dalam membaca polis (contoh yang paling pas adalah emakku tercinta ).
Berangkat dari kekecewaan ibu ( dan ke-3 kalinya saya berurusan dengan pihak pengecewa ibu saya ) terhadap perusahaan asuransi yang nemplok di bank-bank yang polisnya cuma bisa dibaca pakai kaca pembesar dan agen-agennya terlihat lebih cocok untuk jualan yakult, saya pikir ada baiknya, kalau memang benar mau bikin account asuransi jangan lupa untuk 'menyetel' pikiran bahwa yang akan kita lakukan adalah menabung bukan untuk ngarepin dapet uang disaat kita mati...dan, hal yang harus betul-betul disadari selain kredibilitas kita dalam menjalankan sesuatu dengan konsisten, tentunja adalah kredibilitas perusahaan asuransi tersebut...
Untuk lebih afdolnya, kurang lebih tanyakanlah hal-hal ini kepada si agen asuransi :
1. Latar belakang pendiri perusahaan dan masa purna perusahaan asuransi ( kalau perlu minta diperlihatkan company profilenya. perusahan asuransi yang baik akan "mempersenjatai" agennya untuk bisa menghandel semua keingintahuan calon nasabah. Ga usah malu atau takut dianggap resek. Kita kan harus tau kalau perusahaan ini cukup kuat untuk mengolah uang yang kita titipkan selama bertahun-tahun kemudian...kita punya hak kok untuk tau )
2. Kasus terbesar yang pernah perusahaan tersebut tangani dan sebesar berapa jumlah total yang dikeluarkan perusahaan asuransi tersebut untuk meng-cover kecelakaan itu (kalo buat saya paling gampang sih tanya soal kecelakaan titanic tahun1912, ga tau ya buat saya kok itu kecelakaan paling edan hihihi)
3. Tingkat pertumbuhan ROE (Return of Equity-nya ) dalam beberapa tahun terakhir. ( Maap -maap di kata nih saya bukan orang ekonomi, tapi yang saya tau biasaya orang Indonesia cenderung berani inves di saham equitas ...dan dari ROE ini kita bisa punya gambaran selevel apa/se-aman / ke lembaga macam apa uang kita diinvestasikan)
4. Minta perlihatkan contoh polis! Kalau ada istilah yang tidak dimengerti langsung tanyakan saja dan kalo tulisannya kecil-kecil segede kwaci lebih baik cari provider lain...
5. Tanya dengan detil aturan pembayaran ( sampai tahun ke berapa polis harus dibayar secara intesif [ kalau pun hanya 2 tahun dari 10 tahun baiknya jangan lantas punya mind set "ah, berarti gue bisa absen bayar polis nih setelah tahun 2010...] ) dan tanya adakah notifikasi sebelum deadline pembayaran
6. Rumah sakit rujukan (lihat yang paling dekat dengan daerah tempat tinggal, jangan sampe kartu asuransi yang sudah dimiliki tidak efektif )
7. Minta ilustrasi manfaat/keuntungan asuransi yang ditawarkan dan cermati batas umur kita/ masa penggunaan manfaat tersebut. Sebisa mungkin pilih yang paling simple dulu, apa bila kita benar-benar paham basic systemnya, baru kita minta modifikasi manfaat. Jangan sampai mengincar banyaknya manfaat asuransi tapi batas umur penggunaan manfaatnya dibawah umur 60 (apalagi kalau kita punya pola hidup sehat dan tidak merokok).
8. Minta ilustrasi investasi dan hitungan biaya-biaya asuransi. ( Bagaimanapun rayuan mautnya, kalau si agen tidak kunjung membuatnya, jangan mau tandatangan . Kalo yang syariah biasanya ga ada hitungan-hitungan perkembangan investasi)
Secara ini adalah masalah menumbuhkan kepercayaan, sembari bertanya beberapa hal di atas, silahkan lihat baik-baik bagaimana respon / cara menjawab si agen asuransi. Kalau dia masih terkesan binun, tapi kita sudah keburu kesengsem sama barang dagangannya, jalinlah pendekatan lebih jauh dengan si agen sampai tercipta sense of bond antara agen dan Anda, sehingga pada saat dibutuhkan dalam memproses klaim, si agen mau membantu kita.
Above all that, keep this line on your mind " Everything done properly, will not mislead us to improprierity "
Semoga kita tidak memandang sebelah mata lagi terhadap kesehatan dan asuransi...
p.s emak...jangan marah lagi ya mak...emang waktu itu kita telat bayar mak...
Cerita > Soal Serius 11 comment(s)



